BAB II
TEORI ORGANISASI KLASIK
Dalam bab ini akan di bahas perkembangan teori organisasi dan teori klasik sampai sekarang.Teori klasik mendefisikan organisasi sebagai struktur , hubungan, kekuasaan- kekuasaan ,tujuan - tujuan peranan- peranan , kegiatan-kegiatan, komunikasi ,dan factor-factor lainnya yang terjadi bila orang –orang berkerja bersama.
TEORI BIROKRASI
Biroksasi adalah sebuah model organisasi normatik, yang menekankan struktur dalam organisasi.Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya : The protestant ethic and spirit of capitalism.Dalam bukunya Weber mengemukakan karakteristik-karakteristik birokrasi sebagai berikut:
1.Perbagian kerja yang jelas.pembagian kerja atau spesialisasi hendaknya sesuai dengan kemampuan teknisnya
2. Hirarki wewenang yang di rumuskan secara baik.sentralisasi kekuasaan dimana adanya pemisahan yang jelas antara tingkat-tingkat bawahan dan atasan,agar terjamin koordinasi yang terjamin.
3.Program rasional dalam mencapai tujuan organisasi.
4.System prosedur bagi penanganan situasi kerja. Tujuannya untuk mencapai kontinyuitas, keseragaman , dan untuk maksud-maksud transaksi.
5.System aturan yang mencakup hak –hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegan jabatan.
6.Hubungan-hubungan antar pribadi yang bersifat“ impersonal”
TEORI ADMINISTRASI
Teori administrasi adalah bagian kedua dari teori organisasi klasik. Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa.Fayol menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan industrial dapat dibagi menjadi 6(enam) kelompok:
1. Kegiatan-kegiatan teknikal (produksi,manufacturing,adaptasi)
2. Kegiatan-kegiatan komersial (pembelian,penjualan,pertukaran)
3. Kegiatan-kegiatan financial ( pencarian suatu penggunaan optimum dari modal )
4. Kegiatan-kegiatan keamanan ( perlindungan terhadap kekayaan dan personalia organisasi )
5. Kegiatan-kegiatan akuntansi ( penentuan persediaan,biaya,penyusunan neraca dan laporan rugi-laba,statistic )
6. Kegiatan-kegiatan manajerial ( perencanaan,pengorganisasian,pemberian perintah,pengkoordinasian,dan pengawasan).
A. Fayol memusatkan perhatiannya pada dua konsep yaitu : prinsip-prinsip manajemen dan unsure-unsur manajemen.Fayol mengemukakan dan membahas 14(empat belas) kaidah manjemen yang menjadi dasr pengembangan teori administrasi yaitu antara lain :
1. Pembagian kerja (devision of work).Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas,karena seseorang dapat memusatkan dirinya pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.
2. Wewenang dan tanggung jawab(authority and responsibility).wewenang adalah hak untuk member perintah.
3. Disiplin (discipline)
ini membutuhkan :
a. Atasan yang baik diseluruh tingkatan
b. Perjanjian kerja yang sedapat mungkin jelas dan bijaksana
c. Sanksi ( hukuman ) yang ditetapkan dengan bijaksana.
4. Kesatuan perintah(unity of command).Tujuannya untuk mengurangi kekacauan, kebingungan dan komplik.
5. Kesatuan pengarahan (unity of direction)
6. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
7. Balas jasa
8. Sentralisasi.Tujuannya untuk organisasi mengatur tingkat keseimbangan optimum antara sentralisasi dan desentralisasi.
9. Rantai scalar ( hubungan antara tugas-tugas disusun atas dasar suatu hirarki dari atas ke bawah.
10. Aturan (order)
11. Kelanggengan personalia
12. Inisiatif
13. Semangat korps “ persatuan adalah kekuatan”,
Ada tiga prinsip organisasi yang dijalankan oleh pemerintah,agama,militer dan bisnis.prinsip tersebut antara lain:
1. Prinsip koordinasi. Organisasi-organisasi berjalan bila orang-orang sebagai anggota mengkombinasikan usaha-usaha mereka untuk suatu tujuan tertentu secara bersama mencapainya.
2. Prinsip scalar. Pembagian tugas atau kerja dilakukan atas dasar derajat wewenang dan tanggungjawab.
3. Prinsip fungsional. Ini lebih berhubungan antara perbedaan diantara macam-macam tugas.
Empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan,yaitu:
1. Menggantikan metode-metode kerja dalam praktek dengan berbagai metode yang dikembangan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
2. Mengadakan seleksi,latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah,agar memungkinkan para karyawan berkerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya.
3. Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi,latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan,sehingga para karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai tingkat upah yang tinggi, sementara manajemen dapat menekan biaya produksi menjadi rendah.
4. Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah,perluh dikembangkan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer sebagai upaya untuk menimbulkan suasana kerja sama yang baik.
TEORI KLASIK:ANATOMI ORGANISASI FORMAL
Pengertian organisasi formal adalah system kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang berkerja bersama untuk mencapai tujuan dibawah kekuasaan dan kepemimpinan.
Definisi organisasi formal
System kegiatan yang terkoordinasi
2.Kelompok kerja
3.Kerjasama untuk mencapai tujuan
Dasar-dasar organisasi menurut teori klasik
1.Kekuasaan. bisa demokratis atau otokratis[ini sebagai sumber pengorganisasi tertinggi]
2.Saling melayani. Ini merupakan legitimasi social pada organisasi.
3. Doktrin.Ini merupakan rumusan tujuan organisasi.
4. Disiplin. Ini sebagai perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.
Tiang dasar teori organisasi formal
1. Pembagian kerja
2. Proses scalar dan fungsional. Proses scalar adalah mengenai perkembangan rantai perintah yang menghasilkan pertambahan tingkat-tingkat pada stuktur organisasi.
3. Struktur. Struktur adalah hubungan antara berbagai kegiatan berbeda yang dilaksanakan di dalam suatu organisasi.Tujuan struktur adalah menyediakan atau memberi wadah pada fungsi-fungsi organisasi ,agar tujuan organisasi tercapai dengan efektif.struktur organisasi meliputi system dan pola.
Teori klasik menyatakan bahwa organisasi mempunyai dua struktur dasar yaitu:
A. Lini. Organisasi lini adalah berkaitan dengan rantai perintah utama yang dikembangkan langsung dari fungsi-fungsi organisasi –produksi keuangan –dan distribusi barang atau jasa(fungsi operasional).
B. Staf. Organisasi staf adalah berlaku sebagai penasehat dan berfungsi sebagai penyedia fasilitas untuk lini.
4. Rentang kendali. Ini berhubungan dengan berapa banyak seorang atasan dapat “mengendalikan” bawahan secara efektif.
Rentang kendali bersifat:
a. Struktur flat ( bersifat lebih mendatar )
b. Struktur tall ( bersifat melunjang )
BAB III
TEORI ORGANISASI NEO KLASIK
Perkembangan teori neo klasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Hawthorne, serta tulisan Hugo Munsterberg. Pendekatan noe klasik ditemukan juga di dalam buku-buku tentang hubungan manusiawi seperti Gardner dan Moore, Human Ralation in Industry dan sebagainya.
HUGO MUNSTERBERG
Sebagai pencetus psikologi industi yang sangat diakui luas serta seorang penulis buku yang paling terkenal yang berjudul “Psychology and Industrial Efficiency”. Dia mengembangkan metoda-metoda tes psikologi ilmiah untuk mencari karakteristik physic dan mental individu yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan. Pendekatannya banyak didasarkan pada manajemn ilmiah Taylor. Jadi, pada dasarnya Munsterberg menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristik individual dalam organisasi-organisasi. Sebagai tambahan, Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor soial dan budaya tehadp organisasi.
PERCOBAAN-PERCOBAAN HAWTHORNE
Percobaan ini dimulai pada tahun1924 di pabrik Hawthorne milik perusahaan Western Electric di Cicero, Illinois, dekat Chicago, dan disponsori oleh National Research Council (Lembaga Riset Nasional). Percobaan ini dilakukan untuk meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan terhadap produktivitas kerja atau efisiensi kerja para karyawan. Penemuan Hawthorne pertama ini dapat menunjukkan bahwa ada variabel-variabel lain disamping kondisi-kondisi kerja physic yang mungkin mempengaruhi perilaku para karyawan.
Percobaan kedua dimulai pada bulan April 1927, yang melibatkan kelompok kecil pekerja yang terdiri dari enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik. Ternyata dapat dirumuskan bahwa moral meningkat ataupun tidak tergantung seberapa besar perhatian yang bersifat pribadi, individual dan simpati yang diberikan kepada karyawan plus struktur sosial kelompok kerja. Jadi, para peneliti Hawthorne mengemukakan betapa pentingnya perasaan dan sikap para karyawan serta kelompok-kelompok kerja mereka.
Bulan November tahun 1931 akhirnya para peneliti melakukan percobaan terakhirnya yang mempunyai tujuan agar lebih memahami bagimana norma-norma yang mengendalikan hasil kerja setiap organisasi bisa dikembangkan oleh kelompok sosial para pekerja atau organisasi yang bersifat informal.
KRITIK DAN USUL PERUBAHAN NEO KLASIK PADA TIANG DASAR TEORI ORGANISASI FORMAL
Pembagian Kerja ( Division of Labor)
Sejak pembagian kerja dilakukan, tmbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada (“lack of rule”) dan disiplin diri menjadi berkurang (“lack of self-discipline”). Di samping itu orang menjadi bingung, takut bertanya dan merasa dirinya diabaikan (“alones among many”) yang bisa mengakibatkan timbunya gejala depersonalisasi dan dysfunetion, sehingga orang tidak lagi kooperatif. Oleh karena itu teori ini mengemukakan perlunya :
1. Partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam mengambil sebuah keputusan bersama
2. Perluasan kerja agar setiap orang dapat memperluas kemampuan dan keahlian dalam bidang lain.
3. Manajemen Bottom-Up yang member kesempatan kepada para junior untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan manajemn puncak.
Proses-proses Skalar dan Fungsional
Proses ini dapat menimbulkan berbagai masalah dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Asumsi yang dipergunakan teori klasik mengenai proses pendelegasian adalah bahwa kapsitas ( kemampuan) individu sama dengan wewenang ( memerintah atau menugaskan)fungsinya. Teori klasik mempunyai “pemecahan klasik” untuk masalah dimana kapasitas lebih besar daripada wewenang, atau sebaliknya, kapasitas lebih kecil daripada wewenangnya.
Struktur Organisasi
Tentang struktur organisasi, teori neo klasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) internal antara orang-orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda-beda. Pergeseran-pergeseran ini terjadi terutama antara orang-orang operasional (lini) dan orang-orang staf. Menurut Melville Dalton penyebabnya adalah :
- Perbedaan tugas
- Perbedaan umur dan pendidikan
- Perbedaan sikap
Rentang Kendali
Pada teori neo klasik, rentang yang pendek dapat mengakibatkan pengawasan yang ketat, sedangkan rentang yang luas dapat memerlukan pendelegasian yang baik dengan mengurangi pengawasan. Karena perbedaan individu dan organisasi, kadang-kadang yang satu lebih baik daripada yang lain, maka rentang kendali tidak dapat ditetapkan secara pasti.
PANDANGAN NEO KLASIK TERHADAP ORGANISASI NFORMAL
Organisasi informal dapat diartikan kelompok-kelompok alamiah yang terbentuk sebagai hasil interaksi di antara para karyawan dalam situasi kerja mereka. Organisasi ini muncul sebagi tanggapan akan kebutuhan sosial manusia agar dapat bekerja sam dengan yang lainnya. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan organisasi informal yaitu :
Lokasi
Jenis pekerjaan
Minat
Masalah-masalah khusus
Selama pendekatan menghadapi organisasi informal dipusatkan pada menajemen, cukup beralasan untuk memperkirakan bahwa standar dan norma-norma kelompok informal dapat menyebabkan tidak jalannya kebijaksanaan organisasi formal. Maka dari itu harus dihasilkan keselarasan antara kedua bentuk organisasi ini.
BAB IV
TEORI ORGANISASI MODERN
Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen adalah teori modern, disebut juga system pada organisasi. Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem terbuka yang harus-bila iongin mempertahankan kelangsungan hidupnya-menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Organisasi dan lingkungannya adalah saling tergantung pada yang lain sebagai sumber.
DASAR PEMIKIRAN TEORI ORGANISASI MODERN
Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950. Teori modern dalam banyak hal yang mendasar berbeda dengan teori klasik. Pertama, teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi melalui analisa dan metoda ilmiah. Kedua, ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koodinasi, skalar dan vertikal. Teori neoklasik, sebenarnya bukan teori, mengubah teori klasik dengan menekankan pentingnya aspek perilaku manusia dalam organisasi.
Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabilistik. Organisasi terdiri dari antar hubungan bagian-bagian dalam suatu sistem, ada badan-badan yang dihubungkan dengan tali elastis. Sebagai suatu sistem, terdapan 3 uynsur organisasi:
1. Unsur struktur yang bersifat makro
2. Unsur proses yang juga bersifat makro
3. Unsure perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro
Ketiganya saling kait-mengkait dan sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain.
Teori Sistem Umum
Teori sistem umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah unum organisasi yang berlaku universal.
Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengatahuan organisasional universal dangan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh sistem sebagai titik awal.
Beberapa tingkatan sistem yang harus diintegrasikan. Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat sistem yaitu:
1. Struktur statistic --- yang meruoakan tingkat rangka dasar, anatomi suatu sistem.
2. Sistem dinamik sederhana – tingkat mesin jam, dengan gerak-gerak tertentu.
3. Sistem sibernetik – tingkat termostat, sistem bekerja untuk menjaga keseimbangan melalui proses pengendalian diri.
4. Sistem terbuka – tingkat pemeliharaan diri yang berkembang dan meliputi organisme yang hidup.
5. Sistem genetika social – tingkat masyarakat sel, yang ditandai dengan pembagian kerja.
6. Sistem hewani – tingkat mobilitas yang ditunjukan dengan adanya perilaku yang diarahkan pada tujuan.
7. Sistem manusiawi – tingkat dengan symbol komunikasi dan interpretasi.
8. Sistem social – tingkat organisasi social.
9. Sistem transedental –tingkat terakhir dan absolute, merupakan struktur yang sistematik tetapi tidak dapat diketahui hakekatnya.
. Teori organisasi modern mempunyai kesamaan dengan teori sistem umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi. Secara ringkas teori organisasi modern dan teori sistem umum, mempelajari:
1. Individu-individu dalam keseluruhan dan pergerakan individu didalam dan diluar sistem.
2. Interaksi individu-individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem.
3. Interaksi diantara individu-individu dalam sistem.
4. Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem.
Teori Organisasi Dalam Suatu Sistem Kerangka Sistem
Teori organisasi modern adfalah multidispliner yang konsep-konsep dan teknik-tekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi, seperti sosiologi, teori adminidtrasi, ekonomi psikologi, ekologi, operation research, dan banyak bidang-bidang lainnya. Teori modern berusaha untuk memberikan sintesa yang menyeluruh bagian-bagian yang berhubungan dengan semua bidang studi tersebut untuk mengembangkan suatu teori organisasi yang diterima umum.
Factor-faktor yang membedakan kualitas teori organisasi modern dengan teori-teori organisasi lainnya adalah dasar konsepsional—analiotiknya, ketergantungannya pada data riset emprik, Macam-macam unsur yang tecakup dalam analisis sistem, yaitu bagian-bagian organisasi sebagai suatu sistem, interaksinya, proses-proses dan tujuan-tujuan sistem.
bagian-bagian dari sistem dan saling ketergantungannya. Bagian dasar pertama sistem adalah individu, dan struktur kepribadiannya yang diberikan kepada organisasi.
Bagian kedua sistem adalah penentuan fungsi-fungsi formal, yang biasa disebut organisasi formal. Merupakan pola hubungan antar pekerjaan-pekerjaan yang membangun struktur pada suatu sistem.
Bagian ketiga dalam sistem organisasi adalah organisasi informal. Individu mempunyai kebutuhan melalui kontaknya dengan orang lain dalam pekerjaannya.
Bagian keempat adalah struktur status dan peranan. Harus ada peleburan pola perilaku timbal balik peranan yang dimainkan oleh organisasi formal dan informal.
Bagian kelima adalah lingkungan phisik pelaksanaan pekerjaan. Walau pun hal ini implisit pada organisasi formal dan fungsi-fungsinya.
Proses-proses hubungan dalam sistem. Teori organisasi modern menunjukan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi. Komunikasi sering disebut juga dalam teori neoklasik, tetapi tekanannya pada deskripsi bentuk kegiatan komunikasi, yaitu formal-informal, vertikal-horizontal dan lini-staf.
1. Konsep keseimbangan adalah mengenai penyeimbangan mekanisme yang dicapai dengan jalan menjaga hubungan structural yang harmonis antar bagian-bagian dalam sistem.
2. Proses pengambilan keputusan adalah variable internal dalam suatu organisasi yang tergantung pada pekerjaan-pekerjaan, harapan-harapan individu, motivasi dan struktur organisasi.
Tujuan-tujuan organisasi ada tiga tujuan utama yaitu yang saling berhubungan, yaitu antara lain.
pertumbuhan,stabilitas dan interaksi.
Rabu, 11 Mei 2011
Jumat, 06 Mei 2011
Peran mahasiswa terhadap masyarakat.
Sebagai mahasiswa kita di tuntut bukan hanya untuk menuntut ilmu dan mempelajari ilmu itu sebaik baiknya, tapi kita juga di haruskan dapat bersosialisai terhadap masyarakat dan juga berperan penting terhadap masyarakat nantinya. Disini saya akan menjelaskan dalam tulisan saya yang akan mengangkat tema peran mahasiswa terhadap masyarakat. Tentunya kita sebagai mahasiswa harus sangat pintar dalam berperan terhadapa masyarakat, apapun caranya yang di lakukan dan sedikit apaun cara yang di lakukan itu sangat penting bagi masyarakat nantinya.
Tentunya kita tidak asal memberikan atau menyalurkan fikiran bahkan tenaga kita demi berguna kepada masyarakat semua harus di fikirkan secara baik dan matang apakah hal yang akan di lakukan untuk masyarakat itu berguna atau tidak, jika sudah berguna nantinya masyarakat akan merasa diri anda adalah sebagai mahasiswa yang berhasil berperan kepada masyarakat. Banyak hal yang di lakukan untuk dianggap berguna peran anda kepada masyarakat, banyak juga jenisnya untuk anda akan melakukan hal atau peran apa demi bergunanya nanti di masyarakat luas.
Diantaranya adalah secara umum jika memang anda ingin berperan penting kepada masyarakat anda bisa terjun langsung mendatangkan desa desa yang terpencil dimanapun, disana anda bisa mempelajari bagaimana kehidupan masyarakat disana dan bagaimana peran yang akan anda lakukan jika sudah mempelajari secara spesifik keadan desa serta masyarakat sana. Disana anda bisa langsung membantu pembangunan desa ataupun membantu hal lainnya seperti mendirikan pos kesehatan demi lancar berjalannya kemakmuran di desa tersebut.
Hal lainnya adalah yang bisa anda lakukan untuk berperan kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu yang anda dapatkan di bangku kuliah, misalkan seperti penerapan ilmu ilmu sosial seperti bersosialisasi yang baik dan benar untuk masyarakat dan dapat dianggap penting bagi masyarakat, misal seperti penyuluhan penyakit penyakit dan juga cara hidup sehat dalam hidup sehari sehari. Memang bagi kita itu adalah hal kecil atau juga hal yang sama sekali tidak selalu kita anggap penting, namun hal itu adalah penting bagi masyarkat walaupun kita anggap itu adalah hal kecil yang tidak penting. Itulah tulisan saya mengenai peran mahasiswa bagi masyarakat, semoga bermanfaat terima kasih.
Menghindari bahaya narkoba.
Dalam kehidupan sekarang sekarang ini menurut saya sudah serba aneh dalam mendapatakan kesenangan untuk diri sendiri. Ada yang melakukan dengan cara positif dan adapula yang melakukan dengan cara negatif. Mungkin kita akan merasa baik baik saja selama kegiatan untuk mencari kesenangan dengan melakukan hal hal yang positif dan bermanfaat. Namun apabila ternyata itu hal negatif yang kita lakukan dalam mencari kesenangan hendaklah kita buru buru sadar bahwa dengan cara itu adalah bukan membuat kita senang dalam mencari kesenangan melainkan dapat membahayakan diri kita sendiri nantinya.
Disini saya akan membahas sebuah tulisan dengan judul cara menghindari narkoba. Jika kita membicarakan tentang narkoba mungkin kita tidak akan pernah mendapatkan jalan keluar untuk bagaimana cara menghentikan hal itu terjadi, negara saja sangat sulit memberantas bersih tentang masalah narkoba apalagi diri kita yang belum menjadi apa apa tapi ingin menghentikan hal itu. Namun kita memiliki hak menjauh dari hal itu, oleh karena itu dari diri kita sendiri lah terlebih dahuli menjauh dari hal itu.
Narkoba adalah sebuah zat berbahaya yang apabila dikonsumsi oleh tubuh kita akan mengalami ketergantungan dan menyebabkan kematian. Dalam efeknya saja sudah mengakibatkan kematian namun masih saja manusia di dunia ini yang tidak bisa lepas dari narkoba itu sendiri. Hal pertama yang harus dilakukan jika kita ingin terhindar dari narkoba kita harus pintar bergaul pada teman teman kita di dalam pergaulan, karena pada jaman sekarang kita tidak boleh beranggapan bahwa orang berpenampilan baik memiliki kepribadian yang baik, kita harus pintar pintar dalam memilih teman dalam bergaul karena dari hal kecil itu kita bisa lebih jauh dari hal yang namanya narkoba.
Yang berikutnya adalah jika kita dalam sebuah perjalanan jauh ataupun dekat dalam angkutan umum hendaklah kita lebih berhati hati kepada orang di sekeliling kita itu, karena pada kejadian yang sudah terjadi adalah ada seseorang yang menawarkan semacam makanan ataupun minuman dalam angkutan umum itu ternyata itu adalah sejenis narkoba yang akan membuat kita ketergantugan dan tidak bisa lepas dari barang itu. Maka pesan saya adalah berhati hatilah apabila dalam perjalanan di dalam sebuah angkutan umum.
Secara garis besarnya adalah apabila kita ingin menghindari hal yang namanya narkoba kita harus selalu berhati hati dalam menjalani hal apapun demi menghindari hal yang bernama narkoba. Karena hanya diri kita sendiri yang bisa menghindari hal hal negatif yang kita tidak akan pernah tau itu akan terjadi atau tidak kepada diri kita, maka dari itu dimulai dari sekarang lah kita lebih berhati hati pada hal apaun yang berhubungan dengan narkoba. Sekian tulisan saya yang berjudul menghindari bahaya narkoba, semoga bermanfaat terimakasih.
Bila saya jadi pemimpin bagaimana
A. Menyikapi konflik yang terjadi.
Didalam sebuah kehidupan kita tidak pernah lepas dari sebuah masalah yang akan kita dapatkan dan akan kita hadapi dan kita selesaikan dengan kemampuan yang kita punya, kita tidak akan pernah bisa lari dari masalah karena solusinya adalah kita harus menyelesaikan masalah yang kita hadapi dengan kemampuan yang kita punya dan apabila kita dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi artinya kita sudah memiliki kedewasaan yang belum tentu orang lain punya dalam menyelesaikan masalahnya. Disini saya akan menjelaskan apabila saya menjadi seorang pemimpin bagaimana menyikapi konflik atau sebuah masalah yang nantinya akan saya hadapi.
Hal pertama yang akan saya lakukan apabila mendapat sebuah masalah ketika saya menjadi pemimpin adalah saya harus berfikir tenang dan tidak boleh memikirkan diri sendiri, karena dalam sebuah kepemimpinan saya tidak mungkin kita bekerja sendiri, saya memiliki rekan yang tentu saja dapat membantu menyelesaikan masalah yang saya dapatkan dalam sebuah kepemimpinan. Kemudian saya akan mengajak beberapa rekan saya untuk merundingkan masalah yang sedang dihadapi,. Karena menurut saya cara itu adalah dapat menerima beberapa masukkan yang positif dari rekan rekan kita dan juga dapat membantu dengan penuh menemukan jalan keluar masalah yang sedang dihadapi.
Dan hal yang berikutnya yang akan saya lakukan apabila saya menghadapi masalah dalam sebuah kepemimpinan saya akan menyikapinya dengan sabar dan bijaksana, bagaimanapun anggapan sebuah pemimpin adalah sebuah orang yang terpercaya dan sudah lebih hebat dari orang orang lainnya dalam hal apapun. Jadi sebagai pemimpin yang baik adalah apabila kita menghadapi sebuah masalah kita harus bisa benar benar sabar dan bijksana dalam menghadapinya, karena apabila kita tidak seperti itu kita akan selalu egois dalam menghadapi masalah dan jika kita egois, masalah atau konflik yang sedang kita hadapi tidak akan selesai hingga kita sadar bahwa kita harus sabar dalam menghadapi sebuah konflik yang kita hadapi.
B. Cara memotivasi bawahan agar giat bekerja.
Di dalam sebuah kepemimpinan pasti kita akan menghadapi masalah yang satu ini, yaitu kita akan selalu melihat anak buah kita yang berbeda beda tentunya dalam menghadapi pekerjaan yang mereka kerjakan. Dalam hal yang kita sadari saja sering mendengar bahwa tiap orang memiliki cara tersendiri demi menyelesaikan apa yang mereka kerjakan. Jadi apabila kita menghadapi hal ini harusnya kita sudah tidak usah aneh ataupun bingung bagaimana menyikapinya. Yang akan saya lakukan kepada rekan rekan saya agar lebih giat bekerja adalah saya akan lebih mengajarkan tentang kedisiplinan , karena dari disipilin lah kita akan merasa sadar bahwa sesuatu yang kecil ternyata juga berharga dari sesuatu yang tidak kalah besar yang lebih penting.
Selain mengajarkan kedisplinan saya akan mengajarkan apa itu tekun dalam bekerja, yang di maksud dalam tekun dalam bekerja adalah kita benar benar fokus dalam bekerja walaupun ada hal kecil yang mengganggu kita harus tetap fokus pada pekerjaan yang kita sedang kerjakan, karena dari situ kita akan menanamkan juga bagaimana cara bertanggung jawab dalam sesuatu apapun. Dengan hal hal yang saya jelaskan apabila itu semua kita tanamkan kepada rekan rekan di bawah kita saya yakin semua orang orang yang bekerja kepada anda akan sesusai dengan kemuan anda.
C.Gaya kepemimpinan yang efektif yang di terapkan.
Dalam hal ini saya akan menjelaskan bagaimanakah cara kepemimpinan yang efektif yang akan saya terapkan apabila saya menjadi seorang pemimpin. Hal yang saya ingin saya lakukan adalah sebelum menjelaskan hal itu saya ingin membentuk sebuah program kerja yang menurut saya akan membawa sebuah perusahaan yang saya pimpin menuju kesuksesan. Banyak faktor yang akan membuat sebuah perusahaan menuju kesuksesan, hal yang palin utama adalah memiliki sumber daya manusia yang bertanggung jawab atas pekerjaannya sehingga secara tidak disadari itulah hal kecil yang akan membuah sebuah perusahaan menuju kesuksesan.
Disini saya akan menjelaskan bagaimanakah cara kepemimpinan yang efektif apabila saya menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan. Hal yang akan saya lakukan adalah saya akan selalu memantau kinerja karyawan saya apaabila sedang bekerja dan juga akan selalui mendukung atau juga selalu memberi masukan yang positif agar memacu semangat kerja karyawan saya. Saya akan selalu menjaga wibawa saya sebagai seorang pemimpin bukan menjaga gengsi dalam menghadapi bawahan saya. Karena yang harus kita fikirkan adalah kita menjadi pemimpin karena ada orang yang mendukung dan kita tidak boleh lupa kepada orang orang yang mendukung kita termasuk kepada bawahan kita sendiri.
Saya akan selalu mengajarkan kepada bawahan saya bagaimanakah cara bekerja yang baik dan benar dalam pekerjaan. Saya akan selalu memperhatikan karyawan saya dalam hal apapun, dalam hal positif ataupu negativ. Karena menurut saya dengan cara kita bisa langsung mengahadapi lapangan seperti itu kita akan tau bagaimana dan dimana kesalahan ataupun hal yang kurang dari perusahaan dari karyawan kita. Karena sekali lagi kita tidaklah boleh menganggap remeh seorang yang berada jauh di bawah kita karena mereka sesungguhnya orang yang telah berperan penting dalam menjadikan kita seorang pemimpin yang sukses dan berhasil kedepan nanti. Itulah sebuah tulisan dari saya mengenai hal apabila saya menjadi pemimpin bagaimanakah yang akan saya lakukan, terimakasih.
Senin, 04 April 2011
Mengisi waktu luang di sela sela kuliah.
Banyak hal yang berbeda di lakukan mahasiswa/i untuk mengisi waktu luang di sela sela kuliahnya, ada yang lebih memilih istirahat ada juga yang memikirkan organisasi, dan ada pula yang memilih bekerja sambilan demi mengisi waktu luang di sela sela kuliahnya. Kegiatan ini sangatlah baik selagi mendatangkan hal positif bagi kita dalam mengisi waktu luang di sela sela kuliah. Namun jangan terlalu berlebihan juga dalam mengisi waktu luang di sela sela kuliah kita karena jika kita terlalu lelah kita akan merasa malas dan bisa saja hal hal dalam kuliah yang penting akan terlupakan karena terlalu asik dalam mengisi waktu luang di sela sela kuliah kita.
Banyak beberapa kegiatan yang begitu positif untuk dilakukan dalam mengisi waktu luang di sela sela kuliah diantaranya yang sangat penting ialah belajar kelompok untuk memahami pelajaran yang belum kita pahami sama sekali, fungsi dari belajar kelompok ialah kita bisa bertukar fikiran dengan teman kelompok kita demi memahami pelajaran yang di dapatkan sewaktu kuliah. Dan juga kita akan terbiasa apabila mendapatkan tugas dari pengajar kita, kita akan selalu mengerjakannya dengan belajar kelompok.
Hal hal yang penting lainnya untuk mengisi waktu luang di sela sela kuliah adalah kita mengikuti organisasi, dalam mengikuti organisasi sangat baik untuk membentuk sikap kita dan membentuk softskill kita dalam berorganisasi. Karena di dalam berorganisasi kita akan bertemu dengan orang banyak dan kita tidak mungkin hanya diam saja ketika harus bertemu dengan orang banyak, kita harus bisa pintar berbicara agar orang orang di sekitar kita menganggap bahwa kita orang yang pandai dalam berbicara di sebuah organisasi.
Hal yang berikutnya yang sangat penting dalam mengisi waktu luang di sela sela kuliah adalah berolah raga, karena ada pepatah mengatakan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan raga yang kuat. Dalam pepatah itu di maksudkan kita harusnya tidak hanya memikirkan kesehatan otak di dalam perkuliahan, kita juga harus memikirkan kesehatan jasmani demi lancarnya kegiatan di semasa hidup kita. Karena dengan berolah raga kita akan merasa lebih sehat dan lebih mudah berkonsentrasi ketika mendapatkan pelajaran di dalam perkuliahan. Itulah tulisan saya yang berjudul mengisi waktu luang di sela sela kuliah, semoga bermanfaat terima kasih.
Bagaimanakah kuliah yang efisien.
Didalam dunia perkuliahan kita sering tidak mengerti bangaimanakah kuliah yang efisien?, dan seperti apakah kuliah yang efisien?. Setiap mahasiswa/i pasti sering tidak mengerti bagaimana dan seperti apakah kuliah yang efisien itu. Karena dalam kehidupan semua akan dihadapkan dengan waktu dan kita sering mendengar pepatah bahwa waktu adalah uang, maksud dari pepatah tersebut adalah apabila kita membuang buang waktu kita secara percuma artinya kita akan banyak ketinggalan hal hal bermanfaat lainnya yang harus kita kerjakan.
Disini saya akan menjelaskan bagaimanakah dan seperti apakah kuliah yang efisien. Kuliah yang efisien menurut saya adalah kuliah yang benar benar tidak terbuang waktunya dan dapat di manfaatkan oleh kita untuk mengerti sebuah materi yang di berikan oleh pengajar kita. Sering kita alami di dalam sebuah perkuliahan waktu kita terbuang percuma hanya karena menunggu seorang pengajar yang harusnya memberikan ilmu kepada kita tapi tanpa kita tebak ia ternyata tidak akan hadir untuk memberikan ilmu kepada kita. Disini adalah waktu yang terbuang percuma jika kita hanya menikmati kesenangan karena pengajar kita tidak hadir untuk memberikan ilmu, harusnya jika kita tidak ingin membuang buang waktu percuma kita berinisiatif untuk memanfaatkan dengan belajar individu ataupun kelompok membahas materi selanjutnya yang harus di bahas oleh pengajar tersebut.
Jika kita bisa memanfaatkan waktu ketika pengajar kita tidak bisa memberikan ilmu kepada kita saya rasa seperti itulah waktu kita akan efisien dan tidak terbuang percuma. Kuliah yang efisien juga menurut saya bukan seperti kuliah yang padat dari pagi hari sampai sore hari, seperti itu menurut saya hanya akan membuat mahasiswa/i lelah menghadapi kuliah yang padat, karena menurut saya konsentrasi seseorang tidak semuanya sama dalam menangkap sebuah pelajaran di kelas, jika seseorang sudah lelah beraktifitas dari pagi hari hingga sore hari ia kan sulit berkonsentrasi dengan penuh di karenakan sudah terlalu lelah beraktifitas kuliah dari pagi hingga sore hari.
Didalam kuliah juga biasanya kita memakai istilah SKS (Satuan Kredit Semester), biasanya dalam 1 sks itu mewakili 50-55 menit sepengetahuan saya, dan juga setau saya di dalam kuliah sks terbanyak adalah 4 sks. Seperti itu juga membuat kita harus bisa memanfaatkan waktu sebaik baiknya atau seefisien mungkin karena dalam pengertiannya adalah 1 sks kuliah 1 sks belajar mandiri dan 1 sks untuk mengerjakan tugas tugas. Jadi sebagai mahasiswa/i kita harus pintar pintar memanfaatkan waktu demi mendapatkan waktu yang seefisien mungkin. Itulah tulisan saya yang berjudul bagaimanakah kuliah yang efisien itu, semoga dapat bermanfaat terima kasih.
Seandainya saya menjadi pemimpin atau sebuah organisasi.
Didalam dunia perkuliahan kita disarankan mengikuti sebuah organisasi yang terdapat di universitas tersebut, didalam universitas kita menyebutnya adalah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Namun masih banyak selain itu kegiatan organisasi di dalam kuliah yang berhubungan untuk membentuk kepribadian kita, dan juga softskill kita. Tujuan dari organisasi tersebut adalah untuk membimbing kita memiliki pemikiran yang luas dan dewasa dalam menjalani hidup di masa depan nantinya, sehingga apabila memiliki berbagai macam masalah kita memiliki banyak keputusan atau jalan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk membentuk sofskill pun kita bisa tanpa mengikuti organisasi atau semacamnya, kita bisa mengikuti kepanitiaan dalam sebuah acara dan kita akan tau seperti apa kita dihadapkan banyak masalah dalam kepanitian tersebut.
Disini saya akan menjelasakan apabila saya menjadi pemimpin perusahaan atau sebuah organisasi, yang saya harus lakukan adalah bagaimana cara saya agar sukses menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan atau sebuah organisasi. Yang pertama harus dilakukan adalah saya harus memiliki program kerja yang baik dan dipercaya akan membawa perusahaan atau organisai tersebut sukses walaupun memilki banyak masalah. Karena dalam menjadi pemimpin kita tidak mungkin berjalan mulus begitu saja, kita akan dihadapkan berbagai macam masalah yang harus di selesaikan. Karena jika kita tidak bisa menyelesaikan sebuah masalah kita akan berbahaya apabila di hadapkan di dalam sebuah perusahaan atau sebuah organisasi, kita tidak akan diercaya lagi oleh orang orang yang mempercayai kita memimpin sebuah perusahaan atau organisasi tersebut.
Langkah selanjutnya adalah apabila saya menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan atau organisasi adalah saya akan memilih orang orang yang terpecaya dan mampu membantu saya dalam menjalani memimpin perusahaan atau organisasi tersebut. Karena orang orang tersebut yang nantinya akan mempunyai fikiran hebat di banding kita dalam menghadapi masalah menjadi pemimpin di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Dan juga bisa betukar fikiran dalam membawa suksesnya sebuah perusahaan atau organisasi yang kita pimpin. Dalam memimpin sebuah perusahaan atau sebuah organisasi tidaklah mudah karena kita akan dihadapkan berbagai macam masalah yang mungkin belum pernah kita temui sebelumnya. Sekian tulisan saya yang berjudul apabila saya menjadi seorang pemimpin atau sebuah organisai, semoga bermanfaat terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)