Selasa, 01 Maret 2011

Yang dimaksud sarjana membumi adalah...


            Kata sarjana adalah kata yang tidak asing bagi kita semua sebagai mahasiswa, sarjana adalah salah satu gelar yang di berikan oleh seorang mahasiswa atau mahasiswi apabila sudah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Sebagai sarjana kita harus menggunakan ilmu dalam pekerjaan yang sesuai apabila kita sudah mendapatkan pekerjaan. Di jaman sekarang para sarjana sudah berperan atau menguasai dunia pekerjaan sebagian besarnya, dengan kata lain adalah apabila kita ingin mendapatkan pekerjaan yang layak kita harus bersusah payah dan berusaha menjadi sarjana demi mendapatkan pekerjaan yang layak. Karena semakin bejalannya tahun di butuhkannya sarjana untuk pekerjaan semakin banyak, atau jika kita tidak bisa mencapai sebagai sarjana kita akan sulit mendapatkan pekerjaan.
            Menjadi sarjana pun bukan hanya menjadi sarjana yang sembarangan atau sembarang lulus dari universitas  itu sendiri, karena jika kita sudah menjadi sarjana dan semakin banyak sarjana sarjana lain juga yang ingin mendapatkan pekerjaan maka persainganlah yang akan kita hadapi selanjutnya. Kita harus memiliki ilmu yang banyak serta softskill yang tinggi jika ingin mendapatkan pekerjaan yang benar benar memiliki kualitas dan penghasilan yang tinggi. Karena dalam sebuah persaingan hanya ada kata menang dan kalah, dan kita harus siap menjadi yang menang atau yang akan kalah. Oleh karena itu hanya sarjana yang memiliki keinginan kuat lah yang akan memenangkan persaingan di dalam dunia pekerjaan.
            Disini saya akan menjelaskan apa yang di maksud dengan sarjana membumi, yang dimaksud sarjana membumi adalah sarjana yang mampu mengusai dunia dengan ilmu yang dimiliki serta tidak akan pernah takut dengan tantangan yang di dapatkan, dan juga ia bisa membuat dirinya merasa puas karena ia sudah menjadi orang yang sukses diantara yang paling sukses lainnya. Di negara kita Indonesia menurut saya masih sedikit jika kita menemukan sarjana yang membumi, karena pada artikel yang sebelumnya saya tulis tentang “SDM yang di butuhkan saat ini”, hubungannya adalah pada tulisan saya itu sebelumnya saya mengatakan lulusan lulusan sarjana di Indonesia lebih banyak mencari pekerjaan di luar sana dan tidak bisa megolah sumber daya di Indonesia itu sendiri . itulah mengapa di negara kita masih sedikit untuk menemukan sarjana yang membumi.
            Maka pesan saya adalah apabila kita sudah lulus dari perguruan tinggi dan sudah menjadi sarjana usahakan kita bisa mengatasi segala masalah apabila kita sudah mendapatkan pekerjaan dan tidak mudah pantang menyerah jika mengalami pressure yang tinggi, dan juga bisa memanfaatkan sumber daya alam di negara kita sendiri dan memajukan negara kita agar lebih maju dari negara negara lainnya, dan dari situ anda akan menjadi sarjana yang membumi yang bisa membuat diri anda sendiri puas dengan apa yang sudah anda dapatkan. Sekian tulisan saya mengenai penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan sarjana membumi, semoga bermanfaat terima kasih.

Bagaimana kiat belajar di perguruan tinggi.

            Perguruan tinggi adalah tempat kita menuntut ilmu setelah kita lulus SMA dan disitu kita akan mempelajari berbagai macam hal yang kita tidak dapatkan di sekolah pada waktu di SMA. Misalkan adalah pada saat di sekolah jika kita terlambat masuk sekolah akan mendapat hukuman dari guru sedangkan jika di perguruan tinggi ada pengajar atau kita seu saja dosen yang peduli anda terlambat dan ada juga yang tidak perduli anda terlambat. Dan misalkan juga jika anda tidak mengerjakan tugas di sekolah akan dihukum oleh guru, sedangkan jika tidak mengerjakan tugas kuliah dosen tidak akan perduli anda mengerjakan atau tidak yang dia tahu hanyalah memberi nilai sesuai tugas yang anda kerjakan, jika tidak mengerjakan anda akan mendapat nilai yang sesuai dan tidak perlu mendapat hukuman.
            Itulah beberapa contoh yang  dapat saya berikan dari bukti yang saya punya dan itu sangatlah nyata dan tidak mengada ada. Dalam perguruan tinggi sangatlah berbeda dengan SMA, dalam perguruan tinggi kita sudah menjadi mahasiswa atau mahasiswi, dan mahasiswa atau mahasiswi di haruskan mempunyai kedisiplinan dan kedewasaan yang tidak perlu diajarkan lagi seharusnya, kita harus sadar bahwa semakin dewasa umur kita harus juga semakin dewasa perbuatan dan sifat kedewasaan kita. Itulah yang harus kita punya jika sudah menjejakkan kaki di perguruan tinggi. Di perguruan tinggi pun mempunyai penilaian yang berbeda untuk kita mendapatkan nilai di setiap mata kuliahnya dan itu tergantung pada dosen tentunya.
            Di dalam perguruan tinggi juga kita harus mempunyai strategi belajar untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, jika kita memiliki disiplin belajar yang baik sejak kecil kita akan terbiasa menghadapi cara belajar di perguruan tinggi, namun jika kita tidak memiliki cara belajar yang baik dari sekaranglah waktunya anda berubah dalam melakukan cara belajar didalam perguruan tinggi. Karena dalam pepatah mengatakan jika kita tidak memiliki fondasi yang kuat, kita membangun apapun besar bangunan itu akan cepat roboh sewaktu waktu yang tidak tahu kapan waktu itu akan datang, artinya adalah jika kita tidak memiliki ilmu yang cukup atau hanya sedikit saja anda tidak akan siap untuk menerima ilmu yang lebih banyak di depan sana yang akan anda hadapi.
            Disini saya akan memberikan beberapa tips atau masukkan bagaimana cara belajar kita didalam perguruan tinggi, yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah kita harus mempelajari ilmu ilmu dasar yang kita dapatkan dari SD, SMP, dan SMA karena dari ilmu ilmu itulah di perguruan tinggi akan menggunakan dasarnya dan dilanjutkan dengan ilmu ilmu berikutnya. Dan selanjutnya adalah kita harus selalu belajar tekun dengan sendirinya tiap waktunya, usahakan dalam waktu yang senggang mungin kita dapat selalu belajar materi yang sudah di dapatkan atau belum di dapatkan di dalam perguruan tinggi, setelah itu usahakan kia mempunyai kelompok belajar inimal 4 orang dalam kelompok itu, gunanya adalah kita dapat bertukar fikiran dalam ilmu yang kita dapatkan dan juga kita bisa saling mengajarkan kepada teman yang belum mengerti ilmu yang sudah kita dapatkan. Itulah beberapa tips dari saya mengenai bagaumana kiat belajar di dalam perguruan tinggi, dan itu juga adalah penutup dari tulisan saya dengan judul bagaimana kiat belajar di dalam perguruan tinggi, semoga bermanfaat terima kasih.

Sukses adalah...

            Sukses artinya berhasil, dan berhasil adalah suatu usaha yang sudah dilaksanakan dengan usaha dan ketekunan yang begitu tinggi dan mencapai akhir yang maksimal dan memuaskan. Kata sukses sangatlah tidak asing bagi kita, sukses merupakan suatu pencapaian yang maksimal karena usaha kita, apabila kita sudah sukses kita sangatlah puas dengan apa yang sudah kita capai. Orang yang sukses memiliki derajat yang sangat tinggi karena dia merasa orang yang berhasil dan orang lain belum tentu bisa berhasil seperti dia, oleh karena itu orang sukses memiliki derajat yang tinggi di banding orang orang yang belum mencapai kesuksesan.
            Sukses juga dilakukan dengan usaha yang tidak sekali lalu berhasil, anda bisa buktikan dengan bertanya kepada orang orang yang sudah mencapai kesuksesan, mereka pasti melakukan usaha untuk mencapai kesuksesan tidak hanya sekali atau mengalami kegagalan dalam usaha yang beliau lakukan. Atau kita ambil contoh pada Thomas Alfa Edison, beliau yang menemukan eksperimen bohlam lampu yang bisa menerangi sesuatu atau yang kita gunakan saat ini pada rumah rumah, beliau tidak pantang menyerah dalam melakukan usaha demi mencapai sukses ekperimennya, beliau itu gagal dalam eksperimennya sebanyak 999 kali dan baru berhasil pada eksperimen ke 1000 lalu sukses dalam mencapai eksperimennya.
            Dalam penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa mencapai kesuksesan tidaklah mudah dalam kehidupan, kita harus berusaha semaksimal mungkin jika ingin mencapai kesuksesan. Atau bisa dikatakan apabila kita mudah menyerah kesuksesan akan jauh  dari apa yang kita harapkan. Bagaimana kita mejadi orang sukses ?, saya memiliki beberapa masukan jika ita ingin mencapai kesksesan, diantaranya adalah yang kita harus tanamkan kejujuran apabila kita ingin mencapai kesuksesan, mengapa kita harus tanamkan kejujuran? Karena pada jaman sekarang sangatlah minim orang yang jujur dalam sebuah pekerjaan, oleh karena itu berlakulah jujur apabila ita ingin mencapai kesuksesan.
            Yang berikutnya adalah kita harus selalu gigih atau jangan pantang menyerah dalam melakukan usaha demi mencapai kesuksesan, karena apabila kita tidak gigih kesuksesan akan jauh dari yang kita harapkan, dengan usaha yang gigih semua mudah mudahan selalu dilindungi dan di beri jalan oleh yang  maha kuasa. Itulah beberapa tuisan saya dengan membahas tema kesuksesan dengan pemikiran yang saya dapatkan, semoga dapat bermanfaat terimakasih.

Rabu, 12 Januari 2011

Mahasiswa Teknik jurusan Teknik Mesin sumber daya manusia yang di butuhkan.

Pada jaman sekarang sumber daya alam di dunia akan semakin mengurang dikarenakan pemakaian yang berlebih dari hari ke hari. Terutama di negara kita sendiri yaitu Indonesia, Indonesia termasuk negara terbesar yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dari sabang sampai merauke, dapat di buktikan dari perusahaan perusaan asing (Multinational Company) yang ikut ambil bagian dalam memanfaatkan sumber daya alam di negara kita. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa negara kita termasuk negara yang tertinggal jauh oleh negara lain karena perusahaan perusaan asing milik negara lain dengan begitu leluasanya memanfaatkan sumber daya alam di negara kita, sedangkan sumber daya manusia kita hanya bisa ikut bekerja dalam perusahaan asing tersebut, padahal  sumber daya manusia kita tidak kalah pintar dengan sumber daya manusia dari negara negara lain, semakin kita bisa memanfaatkan ilmu yang kita punya untuk kepentingan negara semakin dipandanglah negara kita sebagai pemilik sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang bisa memanfaatkan sumber daya alam di negaranya.
Dari penjelasan diatas saya akan membahas tentang sumber daya manusia yang di butuhkan di negara kita dengan memanfaatkan sumber daya alam yang kita punya. Di Indonesia sangatlah banyak memiliki sumber daya manusia yang pintar untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan ilmu yang dimilikinya. Namun, karena sumber daya manusia di negara kita terlalu memikirkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan negara, oleh karena itulah negara kita selalu tertinggal dari negara lain yang lebih sukses memanfaatkan sumber daya alam di negara kita. Negara kita sangatlah banyak memiliki lulusan Sarjana Teknik (ST) yang memiliki banyak inovasi yang tentunya bermanfaat untuk memanfaatkan sumber daya alam di negara kita, mungkin tidak hanya lulusan Sarjana Teknik saja yang memiliki banyak inovasi untuk memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia, tapi disini saya akan membahas sesuai dengan bukti bahwa lulusan Sarjana Teknik itu memiliki kesempatan yang besar untuk memanfaatkan sumber daya alam di negara kita.
Di dalam dunia kuliah mahasiswa teknik  memiliki ilmu yang begitu banyak untuk berinovasi demi memanfaatkan sumber daya alam di negaranya, sebut saja orang orang yang bekerja dalam perusahaan perusahaan yang mungkin sering kita lihat mereka adalah lulusan dari Sarjana Teknik. Mereka begitu banyak memiliki inovasi yang tentunya bisa dimanfaatkan untuk memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia, namun sangat di sayangkan mereka yang memiliki inovasi tersebut lebih memilih bekerja di perusahaan asing (Mutinational Company) demi mendapatkan imbalan atau upah yang mereka inginkan. Itulah salah satu kelemahan sumber daya manusia di negara kita yang lebih memikirkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan untuk negaranya menuju sukses, atau bisa kita ibaratkan sumber daya manusia di negara kita seperti seekor semut yang sudah  berada di tumpukkan gula yang begitu banyak tapi lebih memilih beralih ke secangkir minuman yang manis yang gulanya dihasilkan dari tempat seekor semut sebelumnya, dengan kata lain sumber daya manusia di negara kita tidak sadar bahwa negara kita memiliki begitu banyak sumber daya alam yang bisa di manfaatkan, tapi sumber daya manusia kita lebih memilih bekerja di tempatyang lebih nyaman padahal tempat itu di hasilkan dari sumber daya alam dari negara kita sendiri, betapa ruginya negara kita jika terus seperti itu.
Secara spesifikasinya lulusan Sarjana Teknik yang di butuhkan oleh negara kita saat ini adalah lulusan Sarjana Teknik dari Teknik Mesin, karena Teknik Mesin di dalam dunia kuliah mereka di ajarkan bagaimana cara menciptakan, memanfaatkan, dan menggunakan inovasi yang mereka miliki, dan itu menurut saya sangat berguna untuk negara kita saat ini yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Dari situ juga dapat diharapkan lulusan Sarjana dari Teknik Mesin dapat menciptakan lapangan kerja sendiri yang begitu banyak sehingga negara kita memiliki perusahaan yang di kelola oleh sumber daya manusia kita sendiri yang tentunya dapat di pandang oleh negara lain.
Kesimpulanya adalah negara kita saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang bisa memanfaatkan sumber daya alam di negara kita dari lulusan Sarjana Teknik dari Teknik Mesin. Yang di harapkan dapat menciptakan banyak perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia dan bisa di pandang atau sejajar oleh negara lain yang lebih maju, dan sumber daya manusia dinegara kita tidak terpaku oleh perusahaan perusahaan asing (Multinational Company) yang akan terus menerus merugikan negara kita dengan memanfaatan sumber daya alam yang kita miliki.
Sekian karangan saya mengenai sumber daya manusia yang dibutuhkan negara kita saat ini, apabila ada kekurangan mohon di maafkan.

Senin, 10 Januari 2011

Sumber Daya Alam

Sumber Daya Manusia yang Dibutuhkan saat ini..

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya daerah JAWA BARAT, Pemerintah mungkin harus meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM Jawa Barat.
Mengembangkan struktur perekonomian daerah yang tangguh, memantapkan kinerja pemerintahan daerah, Peningkatan implementasi pembangunan berkelanjutan, Meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang berlandaskan agama dan budaya daerah.

Salah satu contoh cara meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM jawa barat adalah memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan akses mutu pelayanan, pendidikan dan kesehatan, contohnya, peningkatan pendidikan dasar dan Pra Sekolah, Peningkatan pendidikan menengah dan tinggi, Peningkatan pendidikan luar biasa, Sumber daya kesehatan dll.

Pemerintah juga sebaiknya mengembangkan ekonomi daerah melalui Pengembangan 6 Core Bussiness berdasarkan Potensi Lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah dan antar golongan,
salah satu contohnya mungkin meningkatkan penanaman modal di daerah untuk menciptakan perluasan kesempatan kerja.

Di samping meningkatkan kualitas dan mengembangkan ekonomi daerah, pemerintah juga sebaiknya memberikan suggest/ajakan kepada masyarakat Indonesia khususnya daerah jawa barat untuk ikut andil dalam pembangunan daerah, sehingga mereka tahu apa yang sudah ada sebaiknya di jaga dengan baik.
dan juga pengendalian terhadap pertumbuhan penduduk khususnya daerah Jawa Barat yang semakin melonjak setiap tahunnya..

Menguatkan tatanan masyarakat dan lingkungan sosial untuk mendukung terpeliharanya ketertiban umum, sehingga terciptanya peningkatan kesejahteraan sosial..

Motivasi

MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.
Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

Sejarah Teori Motivasi

Tahun 1950an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi. Teori-teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua faktor.  Teori-teori kuno dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini yang digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi di dunia dalam menjelaskan motivasi karyawan.
  
Teori hierarki kebutuhan

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).
Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.
Teori kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif.. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat.

Teori X dan teori Y

Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan.  Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.
Ada empat asumsi yang dimiliki manajer dalam teori X.
  • Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
  • Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  • Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
  • Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.
Bertentangan dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada pula empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y.
  • Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.
  • Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
  • Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab.
  • Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.
Teori motivasi kontemporer

Teori motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi karyawan
Teori motivasi kontemporer mencakup:

Teori kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temanny. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut:
  • kebutuhan pencapaian: dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
  • kebutuhan kekuatan: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
  • kebutuhan hubungan: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.

Teori evaluasi kognitif

Teori evaluasi kognitif adalah teori yang menyatakan bahwa pemberian penghargaan-penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan.Teori evaluasi kognitif telah diteliti secara eksensif dan ada banyak studi yang mendukung.

Teori penentuan tujuan

Teori penentuan tujuan adalah teori yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama. Artinya, tujuan memberitahu seorang karyawan apa yang harus dilakukan dan berapa banyak usaha yang harus dikeluarkan.

Teori penguatan

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan.

Teori Keadilan

Teori keadilan adalah teori bahwa individu membandingkan masukan-masukan dan hasil pekerjaan mereka dengan masukan-masukan dan hasil pekerjaan orang lain, dan kemudian merespons untuk menghilangkan ketidakadilan.

Teori harapan

Teori harapan adalah kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti dengan hasil yang ada dan pada daya tarik dari hasil itu terhadap individu tersebut.


Referensi

  1. Mitchell, T. R. Research in Organizational Behavior. Greenwich, CT: JAI Press, 1997, hal. 60-62.
  2. Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi Buku 1, Jakarta: Salemba Empat. Hal.222-232
  3. Maslow. A. Motivation and Personality. New York: Harper & Row, 1954, hal. 57-67.
  4. Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi, Jakarta: Salemba Empat. Hal.229-239
  5. McClelland, D.C. The Achieving Society, New York: Van Nostrand Reinhold, 1961, hal. 63-73
  6. Cameron, J.; Pierce,W. D. Reinforcement, Reward, and Intrinsic Motivation: A Meta-Analysis, Review of Educational Research, 1994. hal. 363-423. 
  7. Locke, E. A. Toward a Theory of Task Motivation and Incentive, Organizational Behavior and Human Performance, 1968, hal. 157-159
  8. Early. ”Task Planning and Energy Expended: Exploration of How Goals Influence Performance, Jurnal Psikologi, 1987. hal. 107-114
  9. Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi, Jakarta: Salemba Empat. Hal.244-254
  10. Wade, Carol; Tavris, Carol. Psikologi: Jilid 2, Jakarta: Erlangga, 2007, hal. 142-152

MSDM (Manajemen Sumber Daya Alam)

Manajemen Sumber Daya Alam

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. 
 Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber daya manusianya. Penyusunan personalia adalah fungsi manajemen yang berkenaan dengan penarikan, penetapan, pemberitahuan latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Dalam bab ini akan dibahas bagaimana organisasi menentukan kebutuhan sumber daya manusia sekarang dan di waktu yang akan datang. 
Kegiatan-kegiatan penyusunan personalia sangat erat hubungannya dengan tugas-tugas kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi, sehingga pembahasannya sering ditempatkan sebagai bagian dari fungsi pengarahan. Tetapi fungsi ini berhubungan ert dengan fungsi pengorganisasian, dimana pengorganisasian mempersiapkan ” kendaraan ”-nya dan peyusunan personalia mengisi ” pengemudi ”-nya yang sesuai gengan posisi kerja yang ada. Akhirnya, fungsi penyusunan personalia harus dilaksanakan oleh semua manajer, baik mereka mengolah perusahan besar ataupun menjadi pemilik perusahan kecil.

PROSES PENYUSUNAN PERSONALIA

Proses penyusunan personalia (staffing process) dapan dipandang sebagai serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terus menerus untuk menjaga pemenuhan kebutuhan personalia organisasi dengan orang-orang yang tepat dalam posisi-posisi tepat dan pada waktu yang tepat. Fungsi ini dilaksanakan dalam dua tipe lingkungan yang berbeda. Pertama, lingkungan eksternal yang meliputi seluruh faktor di luar organisasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhinya. Kedua lingkungan internal, yang terdiri dari unsur-unsur di dalam organisasi.

Langkah-langkah proses ini mencakup:
  • Perencanaan sumber daya manusia, yang dirancang untuk menjamin keajegan dan pemenuhan kebutuhan personalia organisasi.
  • Penarikan, yang berhubungan dengan pengadaan calon-calon personalia segaris dengan rencana sumber daya manusia.
  • Seleksi, mencakup penilaian dan pemilihan di antara calon-calon personalia.
  • Pengenalan dan orientasi, yang dirancang untuk membantu individu-individu yang terpilih menyesuaikan diri dengan lancar dalam organisasi.
  • Latihan dan pengembangan

Kompensasi adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi. Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi / perusahaan tempat ia bekerja.

Kompensasi yang baik akan memberi beberapa efek positif pada organisasi / perusahaan sebagai berikut di bawah ini :
  • Mendapatkan karyawan berkualitas baik
  • Memacu pekerja untuk bekerja lebih giat dan meraih prestasi gemilang
  • Memikat pelamar kerja berkualitas dari lowongan kerja yang ada
  • Mudah dalam pelaksanaan dalam administrasi maupun aspek hukumnya
  • Memiliki keunggulan lebih dari pesaing / kompetitor.

Sumber : http://organisasi.org/pengertian-kompensasi-jenis-macam-kompensasi-sdm-upah-gaji-insentif-tunjangan-dsb